Keterampilan menyimak merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa di samping tiga aspek keterampilan berbahasa yang lain, yaitu keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. Empat kemampuan berbahasa tersebut biasanya diperoleh secara berurutan, diawali dengan menyimak, kemudian berbicara, sesudah itu membaca, dan terakhir menulis. Kegiatan menyimak dan berbicara sudah dilakukan menusia sebelum memasuki dunia pendidikan formal, sedangkan membaca dan menulis dipalajari dan dikuasai setelah menduduki pendidikan formal.
Semanjak lahir manusia sudah bertindak sebagai penyimak. Bahasa ibu yang dimiliki oleh manusia merupakan hasil simakannya terhadap bahasa lingkungan, biasa disebut dengan pemerolehan bahasa. Semakin sering seseorang menggunakan daya simaknya terhadap suatu bahasa semakin bertambah pula pengetahuannya tentang bahasa tersebut. Selanjutnya bahasa kedua yang dimiliki oleh manusia merupakan hasil simakannya selama pembelajaran bahasa berlangsung.
Keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Keterampilan dalam menyimak ujaran sangat penting dalam penguasaan serta kecakapan dalam berbicara. Sebaliknya meningkatkan keterampilan berbicara berarti membantu kualitas keterampilan menyimak. Selain itu keterampilan menyimak juga erat kaitannya dengan ketarampilan membaca. Perbendaharaan kata yang banyak akan membantu penguasaan dan kecakapan dalam membaca. Sebaliknya, keterbatasan dalam menyimak perbendaharaan kata mengakibatkan seseorang mengalami kesukaran-kesukaran dalam membaca. Keterampilan menyimak pun penting artinya bagi keterampilan menulis. Sebab, kesuksesan dalam menulis banyak dibantu oleh keberhasilan seseorang dalam menyimak kosa kata dan ide-ide dalam kehidupan. Uraian tersebut menunjukkan bahwa keterampilan menyimak mempunyai peranan penting bagi keterampilan berbahasa yang lain.
Departemen pendidikan menjadikan mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai satu mata pelajaran yang harus dipelajari di setiap jenjang pendidikan. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik lisan maupun tulis. Tujuan utama pengajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa terampil berbahasa , dalam pengertian terampil menyimak, terampil berbicara, terampil membaca, dan terampil menulis (Tarigan, 1994:60). Senada dengan itu dalam kurikulum berbasis kompetensi pun menghendaki bahwa pembelajaran bahasa yang mencakup empat aspek ( mendengar, berbicara, membaca dan menulis ) tersebut sebaiknya mendapat porsi yang seimbang dan terpadu.
Kegiatan belajar mengajar dalam dunia pendidikan pada prinsipnya adalah untuk mencapai tujuan. Tujuan belajar tersebut adalah prestasi atau hasil belajar yang baik. Hasil belajar yang baik menandakan bahwa kegiatan belajar terlaksana dengan baik. Sebaliknya, hasil belajar yang kurang baik menandakan bahwa kegaitan belajar belum terlaksana dengan baik. Dengan demikian, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut, sehingga mutu belajar dapat ditingkatkan (Rinawati, 2000:3)
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut adalah keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa adalah keterampilan berkomunikasi, terutama komunikasi lisan. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa banyak menerima informasi lisan baik dari guru maupun sesama siswa. Jika kemampuan menyimak terlatih dengan baik maka kegiatan berbicara, membaca, dam menulis akan baik pula. Sebaliknya keterampilan menyimak yang tidak terlatih dengan baik akan menyebabkan kurang tercapainya hasil belajar yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kegiatan menyimak lebih mendominasi kegiatan berbahasa yang lian. Sebagaimana Paul T. Rankin dan Dawson (dalam Nursaid, 1992:12) menyatakan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan sehari-hari adalah; menyimak 45%, berbicara 30%, membaca 16%, dan menulis 9%. Oleh karena itu, dalam pembelajaran bahasa maupun dalam pembelajaran bidang ilmu lainnya kemampuan menyimak hendaknya mendapat perhatian yang memadai memadai.
Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut. mengisyaratkan kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara (ungkapan bijak)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar