Rabu, 16 November 2011

Tentang Nabi Isa a.s


Ciri-Ciri Nabi Isa ‘alaihis salam
Ciri-ciri ‘Isa bin Maryam telah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits berikut ini.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


رَأَيْتُ عِيسَى وَمُوسَى وَإِبْرَاهِيمَ ، فَأَمَّا عِيسَى فَأَحْمَرُ جَعْدٌ عَرِيضُ الصَّدْرِ ، وَأَمَّا مُوسَى فَآدَمُ جَسِيمٌ سَبْطٌ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ الزُّطِّ
"(Saat aku diisra'kan), aku melihat 'Isa dan Musa serta Ibrahim 'alahimis salam. Adapun 'Isa, dia adalah laki-laki yang kulitnya kemerahan, tegap dan dadanya bidang sedangkan Musa adalah orang yang kurus (tinggi) seperti kebanyakan laki-laki dari Sudan (Afrika)". (HR. Bukhari no. 3438)
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ بَيْنِى وَبَيْنَهُ نَبِىٌّ - يَعْنِى عِيسَى - وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِى زَمَانِهِ الْمِلَلَ كُلَّهَا إِلاَّ الإِسْلاَمَ وَيُهْلِكُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَيَمْكُثُ فِى الأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً ثُمَّ يُتَوَفَّى فَيُصَلِّى عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ
Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan ‘Isa. Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah. Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih-putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning. Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah. Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah (upeti). Pada masa beliau, Allah akan membinasakan semua agama selain Islam, Isa akan membunuh Dajjal, dan beliau akan tinggal di muka bumi selama empat puluh tahun. Setelah itu ia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya.” (HR. Abu Daud no. 4324 dan Ahmad 2/437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

« عُرِضَ عَلَىَّ الأَنْبِيَاءُ فَإِذَا مُوسَى ضَرْبٌ مِنَ الرِّجَالِ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ وَرَأَيْتُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ - عَلَيْهِ السَّلاَمُ - فَإِذَا أَقْرَبُ مَنْ رَأَيْتُ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ وَرَأَيْتُ إِبْرَاهِيمَ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَإِذَا أَقْرَبُ مَنْ رَأَيْتُ بِهِ شَبَهًا صَاحِبُكُمْ - يَعْنِى نَفْسَهُ - وَرَأَيْتُ جِبْرِيلَ - عَلَيْهِ السَّلاَمُ - فَإِذَا أَقْرَبُ مَنْ رَأَيْتُ بِهِ شَبَهًا دِحْيَةُ ». وَفِى رِوَايَةِ ابْنِ رُمْحٍ « دِحْيَةُ بْنُ خَلِيفَةَ ».
"Ditampakkan kepadaku para nabi, ternyata Musa adalah salah satu jenis laki-laki seperti laki-laki bani Syanu'ah. Aku melihat Isa bin Maryam ‘alaihis salam, ternyata beliau mirip dengan orang yang telah aku lihat memiliki kemiripan dengannya, yaitu ‘Urwah bin Mas'ud. Aku pun melihat Ibrahim ‘alaihis salam, ternyata dia mirip dengan orang yang aku lihat memiliki kemiripan dengannya, yaitu sahabat kalian (maksudnya beliau sendiri). Dan aku melihat Jibril Alaihissalam, ternyata dia mirip dengan orang yang pernah aku lihat memiliki kemiripan dengannya, yaitu Dihyah." Dalam riwayat Ibnu Rumh disebut, "Dihyah bin Khalifah." (HR. Muslim no. 167)

Kapan Nabi Isa Turun ke Muka Bumi?
Nabi Isa turun di saat kaum muslimin akan memerangi Dajjal di saat shalat Shubuh.
Dari Abu Umamah Al Bahili, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِمَامُهُمْ رَجُلٌ صَالِحٌ فَبَيْنَمَا إِمَامُهُمْ قَدْ تَقَدَّمَ يُصَلِّى بِهِمُ الصُّبْحَ إِذْ نَزَلَ عَلَيْهِمْ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ الصُّبْحَ فَرَجَعَ ذَلِكَ الإِمَامُ يَنْكُصُ يَمْشِى الْقَهْقَرَى لِيَتَقَدَّمَ عِيسَى يُصَلِّى بِالنَّاسِ فَيَضَعُ عِيسَى يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ تَقَدَّمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ أُقِيمَتْ. فَيُصَلِّى بِهِمْ إِمَامُهُمْ فَإِذَا انْصَرَفَ قَالَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ افْتَحُوا الْبَابَ.
Imam mereka adalah seorang laki-laki yang shalih. Ketika pemimpin mereka hendak maju ke depan untuk mengimami dalam shalat subuh, tiba-tiba turunlah Isa bin Maryam, maka mundurlah imam mereka ke belakang supaya Isa maju untuk mengimami shalat. Isa lalu meletakkan tangannya di antara dua bahunya (pemimpin mereka) sambil berkata, 'Majulah engkau dan pimpinlah shalat, karena sesungguhnya ia ditegakkan untuk kalian.' Akhirnya pemimpin mereka pun mengimami mereka shalat, dan ketika shalat telah usai, Isa berkata, 'Bukalah pintu.' (HR. Ibnu Majah no. 4067. Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ Ash Shogir no. 13833 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ إِذْ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ فَأَمَّهُمْ
Dan ketika mereka sedang mempersiapkan peperangan dan sedang merapikan barisan, tiba-tiba datanglah waktu shalat, dan turunlah Nabi Isa bin Maryam, lalu ia mengimami mereka.” (HR. Muslim no. 2897). Namun bukan yang dimaksudkan dalam hadits ini bahwasanya Isa menjadi imam shalat. Disebutkan dalam hadits lainnya, dari Jabir bin 'Abdillah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ - قَالَ - فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ -صلى الله عليه وسلم- فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا. فَيَقُولُ لاَ. إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ. تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الأُمَّةَ
Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang memperjuangkan kebenaran dan meraih kemenangan hingga hari kiamat.” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun mengatakan, “Kemudia Isa bin Maryam turun ke muka bumi. Lalu pemimpin mereka-mereka tadi mengatakan pada Isa, “Jadilah imam shalat bersama kami.” “Tidak. Sesungguhnya di antara kalian sudah menjadi pemimpin bagi yang lain. Allah betul-betul telah memuliakan umat ini”, jawab Isa.” (HR. Muslim no. 156)

Apakah Nabi Isa akan Membawa Syariat Baru?
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

« كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ فَأَمَّكُمْ مِنْكُمْ ». فَقُلْتُ لاِبْنِ أَبِى ذِئْبٍ إِنَّ الأَوْزَاعِىَّ حَدَّثَنَا عَنِ الزُّهْرِىِّ عَنْ نَافِعٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ « وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ ». قَالَ ابْنُ أَبِى ذِئْبٍ تَدْرِى مَا أَمَّكُمْ مِنْكُمْ قُلْتُ تُخْبِرُنِى. قَالَ فَأَمَّكُمْ بِكِتَابِ رَبِّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَسُنَّةِ نَبِيِّكُمْ -صلى الله عليه وسلم-.
"Bagaimana keadaan kalian apabila Isa putera Maryam turun pada kalian dan menjadi pemimpin kalian?" Lalu aku berkata kepada Ibnu Abu Dzi'b bahwa al-Auza'i telah menceritakan kepada kami, dari az-Zuhri dari Nafi' dari Abu Hurairah, "Pemimpin kalian dalah dari kalian." Ibnu Abu Dzi'b berkata, "Apakah kamu tahu sesuatu apa (yang dijadikan dasar) memimpin kalian?" Aku balik bertanya, "Apakah kamu akan mengabarkannya kepadaku?" Ibnu Abu Dzi'b berkata, "Dia akan memimpin kalian berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Nabi Kalian shallallahu 'alaihi wa sallam'. (HR. Muslim no. 155)
Hadits ini menunjukkan bahwa ketika Isa bin Maryam turun, beliau akan mengikuti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi sama sekali Isa tidak membawa syari’at baru. Beliau akan berhukum dengan Al Qur’an dan bukan dengan Injil. Karena Al Qur’an sudah menghapuskan syariat Nabi sebelumnya.

Sanggahan bagi Segolongan Orang yang Tidak Mengakui Turunnya Nabi Isa
Orang-orang yang sesat dan mengagungkan logika (yang dangkal) kadang menggunakan argumen-argumen yang rapuh untuk menyanggah keyakinan bahwa Isa bin Maryam akan turun di akhir zaman.  Di antara alasan mereka menolak keyakinan ini adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa tidak ada nabi lagi sesudah beliau. Dengan pernyataan semacam ini (yang asalnya dari dalil Qur’an dan hadits), mereka pun menyanggah dalil-dalil yang menyatakan bahwa Isa bin Maryam akan turun di akhir zaman.
Berikut sanggahan dari Al Qodhi yang dinukil dari Imam An Nawawi rahimahullah.
Al Qodhi mengatakan, “Sebagian Mu’tazilah, Jahmiyah dan yang sepaham dengan mereka mengingkari turunnya Nabi Isa ‘alaihis salam. Mereka mengklaim bahwa hadits tersebut tertolak dengan firman Allah Ta’ala bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para nabi. Mereka juga beralasan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Tidak ada nabi lagi sesudahku”. Mereka beralasan lagi dengan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin bahwa tidak ada nabi lagi sesudah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan syari’at Muhammad itulah yang berlaku selamanya hingga akhir zaman, sehingga tidak mungkin dihapus. Sunguh ini adalah alasan yang sungguh rapuh. Perlu diketahui bahwa yang dimaksud turunnya Isa ‘alaihis salam bukanlah beliau turun lagi sebagai Nabi yang membawa syari’at baru dan menghapus syari’at Islam. Tidak ada satu pun hadits dan dalil lainnya yang menyatakan semacam ini. Bahkan hadits-hadits yang membicarakan turunnya Isa adalah benar.” An Nawawi lantas mengatakan, “Sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Al Iman dan selainnya bahwa Isa akan turun sebagai hakim yang adil dan akan berhukum dengan syari’at kita (syari’at Islam). Beliau akan menghidupkan kembali syariat Islam yang sudah ditinggalkan.”

Minggu, 25 September 2011

Keterapilan Menyimak: Keterampilan Berbahasa Utama


Keterampilan menyimak merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa di samping tiga aspek keterampilan berbahasa yang lain, yaitu keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. Empat kemampuan berbahasa tersebut biasanya diperoleh secara berurutan, diawali dengan menyimak, kemudian berbicara, sesudah itu membaca, dan terakhir menulis. Kegiatan menyimak dan berbicara sudah dilakukan menusia sebelum memasuki dunia pendidikan formal, sedangkan membaca dan menulis dipalajari dan dikuasai setelah menduduki pendidikan formal.



Semanjak lahir manusia sudah bertindak sebagai penyimak. Bahasa ibu yang dimiliki oleh manusia merupakan hasil simakannya terhadap bahasa lingkungan, biasa disebut dengan pemerolehan bahasa. Semakin sering seseorang menggunakan daya simaknya terhadap suatu bahasa semakin bertambah pula pengetahuannya tentang bahasa tersebut. Selanjutnya bahasa kedua yang dimiliki oleh manusia merupakan hasil simakannya selama pembelajaran bahasa berlangsung.


Keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Keterampilan dalam menyimak ujaran sangat penting dalam penguasaan serta kecakapan dalam berbicara. Sebaliknya meningkatkan keterampilan berbicara berarti membantu kualitas keterampilan menyimak. Selain itu keterampilan menyimak juga erat kaitannya dengan ketarampilan membaca. Perbendaharaan kata yang banyak akan membantu penguasaan dan kecakapan dalam membaca. Sebaliknya, keterbatasan dalam menyimak perbendaharaan kata mengakibatkan seseorang mengalami kesukaran-kesukaran dalam membaca. Keterampilan menyimak pun penting artinya bagi keterampilan menulis. Sebab, kesuksesan dalam menulis banyak dibantu oleh keberhasilan seseorang dalam menyimak kosa kata dan ide-ide dalam kehidupan. Uraian tersebut menunjukkan  bahwa keterampilan menyimak mempunyai peranan penting bagi keterampilan berbahasa yang lain.

Departemen pendidikan menjadikan mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai satu mata pelajaran yang harus dipelajari di setiap jenjang pendidikan. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik lisan maupun tulis. Tujuan utama pengajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa terampil berbahasa , dalam pengertian terampil menyimak, terampil berbicara, terampil membaca, dan terampil menulis (Tarigan, 1994:60). Senada dengan itu dalam kurikulum berbasis kompetensi pun menghendaki bahwa pembelajaran bahasa yang mencakup empat aspek ( mendengar, berbicara, membaca dan menulis ) tersebut sebaiknya mendapat porsi yang seimbang dan terpadu.

Kegiatan belajar mengajar dalam dunia pendidikan pada prinsipnya adalah untuk mencapai tujuan. Tujuan belajar tersebut adalah prestasi atau hasil belajar yang baik. Hasil belajar yang baik menandakan bahwa kegiatan belajar terlaksana dengan baik. Sebaliknya, hasil belajar yang kurang baik menandakan bahwa kegaitan belajar belum terlaksana dengan baik. Dengan demikian, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut, sehingga mutu belajar dapat ditingkatkan (Rinawati, 2000:3)

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut adalah keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa adalah keterampilan berkomunikasi, terutama komunikasi lisan. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa banyak menerima informasi lisan baik dari guru maupun sesama siswa. Jika kemampuan menyimak terlatih dengan baik maka kegiatan berbicara, membaca, dam menulis akan baik pula. Sebaliknya keterampilan menyimak yang tidak terlatih dengan baik akan menyebabkan kurang tercapainya  hasil belajar yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kegiatan menyimak lebih mendominasi kegiatan berbahasa yang lian. Sebagaimana Paul T. Rankin dan Dawson (dalam Nursaid, 1992:12) menyatakan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan sehari-hari adalah; menyimak 45%, berbicara 30%, membaca 16%, dan menulis 9%. Oleh karena itu, dalam pembelajaran bahasa maupun dalam pembelajaran bidang ilmu lainnya kemampuan menyimak hendaknya mendapat perhatian yang memadai memadai.

Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut. mengisyaratkan kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara (ungkapan bijak)

Kamis, 22 September 2011

SMP NEGERI 37 PADANG: KAWASAN ALAM NAN ELOK

babelok jalan ka Pandai Sikek
luruih jalan ka Payokumbuah
jan sampai dunsanak maupek
kalau alun ka SMP tigo tujuah

Gedung SMP Negeri 37 Padang


SMP Negeri yang berada di urutan ke-37 ini terletak di pesisir pantai Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, terletak 30 km dari pusat Kota Padang. Sepanjang perjalanan dari pusat kota menuju sekolah, mata kita akan dimanjakan oleh hamparan pesisir pantai dan samudra  luas. Dengan melewati beberapa objek wisata bahari yang menjadi ikonnya Kota Padang, seperti; Pantai Nirwana, Pantai Bungus, dan Pantai Carolina, membuat perjalanan menuju sekolah terasa menyenangkan. Di bagian kiri, terdapat hamparan bukit batu dengan pepohonan yang rimbun serta  kawanan satwa  lucu yang memesona. Tidak ketiggalan, kita akan melihat kokohnya kondominium Pelabuhan Teluk Bayur yang masyhur sebagai pintu masuk ke Ranah Minang dari jalur laut. Selain panorama itu, Tempat Pelelangan Ikan  (TPI) Sumatera Barat pun kan kita  jumpai di Pelabuhan Tarok (Dinas Kelautan dan pangkalan transportasi laut Padang-Sikuai Island Internasional Tourism-Mentawai).

Pulau Pasumpahan yang berada tidak beberapa jauh berada di belakang SMP Negeri 37 Padang




 
 Keakraban segenap civitas akademika SMP Negeri 37 Padang


 Kegiatan Belajar Mengajar

 Salam Semangat Pengabdian '37



Tim sekolah menengah yang dipimpin oleh Syapardi, S.Pd. ini deperkuat oleh 19 orang guru dan karyawan.
  1. Drs. Masrial Hasan (Bahasa Indoneisa)
  2. Defril Syafrin, S.Pd. (Bahasa Indoneisa)
  3. Antonius S, S.Pd. (Matematika)
  4. Yanni A, S.Pd. ( Matematika)
  5. Umar, S.Pd.I. (PAI dan BTA)
  6. Emi Susanti, S.Pd.I. (PAI dan BTA)
  7. Heri Susanto, S.Pd. (Penjaskes)
  8. Rika Oktaviani, S.Pd. (Bahasa Inggris)
  9. Zulfahmiarti, S.Pd.I. (UPBK)
  10. Wiwid Sagita, S.Pd. (UPBK)
  11. Hafzal Husna, S.Pd. ( KWn)
  12. Adellaliza, S.Pd. (IPS)
  13. Nopa Satriani, S.Pd. (IPS)
  14. Taufik Hendra, S.Pd. (IPA-Fisika)
  15. Syapardi, S.Pd (IPA-Biologi)
  16. Helmita Ahmad, S.Ag. (BAM)
  17. Rusdi (TU)
  18. Asman (TU)
  19. Ayang Chan (TU)



    Baltekkomdik Dinas Dikpora Sumbar Tingkatkan Kompetensi Guru Berbasis TIK

    Untuk meningkatkan kompetensi guru non TIK dalam hal teknologi komunikasi dan informasi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatra Barat memberikan pelatihan "Peningkatan Kompetensi Guru dalam PBM Berbasis Tekkom bagi Guru SMP, SMA, dan SMK" se-Sumatera Barat. Pelatihan ini belangsung selama satu minggu (19 s/d 24 September 2011).

    Kegiatan ini dimulai pada hari Senin/19/09/11 pukul 20.00 WIB. Pelatihan dibuka oleh Kepala UPTD Balai Teknologi dan Komunikasi  Dinas Dikpora Provinsi Sumbar mewakili Kepala Dinas Dikpora. Peserta berjumlah 40 orang yang terdiri atas perwakilan kota dan kabupaten di seluruh wilayah Sumatera Barat. Peserta merupakan guru-guru yang berlatar belakang bidang studi yang diUN-kan. Selama pelatihan peserta dibekali dengan materi dan kegiatan praktik memogram media pembelajaran berbasis tekkom.