Minggu, 25 September 2011

Keterapilan Menyimak: Keterampilan Berbahasa Utama


Keterampilan menyimak merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa di samping tiga aspek keterampilan berbahasa yang lain, yaitu keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. Empat kemampuan berbahasa tersebut biasanya diperoleh secara berurutan, diawali dengan menyimak, kemudian berbicara, sesudah itu membaca, dan terakhir menulis. Kegiatan menyimak dan berbicara sudah dilakukan menusia sebelum memasuki dunia pendidikan formal, sedangkan membaca dan menulis dipalajari dan dikuasai setelah menduduki pendidikan formal.



Semanjak lahir manusia sudah bertindak sebagai penyimak. Bahasa ibu yang dimiliki oleh manusia merupakan hasil simakannya terhadap bahasa lingkungan, biasa disebut dengan pemerolehan bahasa. Semakin sering seseorang menggunakan daya simaknya terhadap suatu bahasa semakin bertambah pula pengetahuannya tentang bahasa tersebut. Selanjutnya bahasa kedua yang dimiliki oleh manusia merupakan hasil simakannya selama pembelajaran bahasa berlangsung.


Keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Keterampilan dalam menyimak ujaran sangat penting dalam penguasaan serta kecakapan dalam berbicara. Sebaliknya meningkatkan keterampilan berbicara berarti membantu kualitas keterampilan menyimak. Selain itu keterampilan menyimak juga erat kaitannya dengan ketarampilan membaca. Perbendaharaan kata yang banyak akan membantu penguasaan dan kecakapan dalam membaca. Sebaliknya, keterbatasan dalam menyimak perbendaharaan kata mengakibatkan seseorang mengalami kesukaran-kesukaran dalam membaca. Keterampilan menyimak pun penting artinya bagi keterampilan menulis. Sebab, kesuksesan dalam menulis banyak dibantu oleh keberhasilan seseorang dalam menyimak kosa kata dan ide-ide dalam kehidupan. Uraian tersebut menunjukkan  bahwa keterampilan menyimak mempunyai peranan penting bagi keterampilan berbahasa yang lain.

Departemen pendidikan menjadikan mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai satu mata pelajaran yang harus dipelajari di setiap jenjang pendidikan. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik lisan maupun tulis. Tujuan utama pengajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa terampil berbahasa , dalam pengertian terampil menyimak, terampil berbicara, terampil membaca, dan terampil menulis (Tarigan, 1994:60). Senada dengan itu dalam kurikulum berbasis kompetensi pun menghendaki bahwa pembelajaran bahasa yang mencakup empat aspek ( mendengar, berbicara, membaca dan menulis ) tersebut sebaiknya mendapat porsi yang seimbang dan terpadu.

Kegiatan belajar mengajar dalam dunia pendidikan pada prinsipnya adalah untuk mencapai tujuan. Tujuan belajar tersebut adalah prestasi atau hasil belajar yang baik. Hasil belajar yang baik menandakan bahwa kegiatan belajar terlaksana dengan baik. Sebaliknya, hasil belajar yang kurang baik menandakan bahwa kegaitan belajar belum terlaksana dengan baik. Dengan demikian, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut, sehingga mutu belajar dapat ditingkatkan (Rinawati, 2000:3)

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut adalah keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa adalah keterampilan berkomunikasi, terutama komunikasi lisan. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa banyak menerima informasi lisan baik dari guru maupun sesama siswa. Jika kemampuan menyimak terlatih dengan baik maka kegiatan berbicara, membaca, dam menulis akan baik pula. Sebaliknya keterampilan menyimak yang tidak terlatih dengan baik akan menyebabkan kurang tercapainya  hasil belajar yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kegiatan menyimak lebih mendominasi kegiatan berbahasa yang lian. Sebagaimana Paul T. Rankin dan Dawson (dalam Nursaid, 1992:12) menyatakan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan sehari-hari adalah; menyimak 45%, berbicara 30%, membaca 16%, dan menulis 9%. Oleh karena itu, dalam pembelajaran bahasa maupun dalam pembelajaran bidang ilmu lainnya kemampuan menyimak hendaknya mendapat perhatian yang memadai memadai.

Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut. mengisyaratkan kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara (ungkapan bijak)

Kamis, 22 September 2011

SMP NEGERI 37 PADANG: KAWASAN ALAM NAN ELOK

babelok jalan ka Pandai Sikek
luruih jalan ka Payokumbuah
jan sampai dunsanak maupek
kalau alun ka SMP tigo tujuah

Gedung SMP Negeri 37 Padang


SMP Negeri yang berada di urutan ke-37 ini terletak di pesisir pantai Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, terletak 30 km dari pusat Kota Padang. Sepanjang perjalanan dari pusat kota menuju sekolah, mata kita akan dimanjakan oleh hamparan pesisir pantai dan samudra  luas. Dengan melewati beberapa objek wisata bahari yang menjadi ikonnya Kota Padang, seperti; Pantai Nirwana, Pantai Bungus, dan Pantai Carolina, membuat perjalanan menuju sekolah terasa menyenangkan. Di bagian kiri, terdapat hamparan bukit batu dengan pepohonan yang rimbun serta  kawanan satwa  lucu yang memesona. Tidak ketiggalan, kita akan melihat kokohnya kondominium Pelabuhan Teluk Bayur yang masyhur sebagai pintu masuk ke Ranah Minang dari jalur laut. Selain panorama itu, Tempat Pelelangan Ikan  (TPI) Sumatera Barat pun kan kita  jumpai di Pelabuhan Tarok (Dinas Kelautan dan pangkalan transportasi laut Padang-Sikuai Island Internasional Tourism-Mentawai).

Pulau Pasumpahan yang berada tidak beberapa jauh berada di belakang SMP Negeri 37 Padang




 
 Keakraban segenap civitas akademika SMP Negeri 37 Padang


 Kegiatan Belajar Mengajar

 Salam Semangat Pengabdian '37



Tim sekolah menengah yang dipimpin oleh Syapardi, S.Pd. ini deperkuat oleh 19 orang guru dan karyawan.
  1. Drs. Masrial Hasan (Bahasa Indoneisa)
  2. Defril Syafrin, S.Pd. (Bahasa Indoneisa)
  3. Antonius S, S.Pd. (Matematika)
  4. Yanni A, S.Pd. ( Matematika)
  5. Umar, S.Pd.I. (PAI dan BTA)
  6. Emi Susanti, S.Pd.I. (PAI dan BTA)
  7. Heri Susanto, S.Pd. (Penjaskes)
  8. Rika Oktaviani, S.Pd. (Bahasa Inggris)
  9. Zulfahmiarti, S.Pd.I. (UPBK)
  10. Wiwid Sagita, S.Pd. (UPBK)
  11. Hafzal Husna, S.Pd. ( KWn)
  12. Adellaliza, S.Pd. (IPS)
  13. Nopa Satriani, S.Pd. (IPS)
  14. Taufik Hendra, S.Pd. (IPA-Fisika)
  15. Syapardi, S.Pd (IPA-Biologi)
  16. Helmita Ahmad, S.Ag. (BAM)
  17. Rusdi (TU)
  18. Asman (TU)
  19. Ayang Chan (TU)



    Baltekkomdik Dinas Dikpora Sumbar Tingkatkan Kompetensi Guru Berbasis TIK

    Untuk meningkatkan kompetensi guru non TIK dalam hal teknologi komunikasi dan informasi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatra Barat memberikan pelatihan "Peningkatan Kompetensi Guru dalam PBM Berbasis Tekkom bagi Guru SMP, SMA, dan SMK" se-Sumatera Barat. Pelatihan ini belangsung selama satu minggu (19 s/d 24 September 2011).

    Kegiatan ini dimulai pada hari Senin/19/09/11 pukul 20.00 WIB. Pelatihan dibuka oleh Kepala UPTD Balai Teknologi dan Komunikasi  Dinas Dikpora Provinsi Sumbar mewakili Kepala Dinas Dikpora. Peserta berjumlah 40 orang yang terdiri atas perwakilan kota dan kabupaten di seluruh wilayah Sumatera Barat. Peserta merupakan guru-guru yang berlatar belakang bidang studi yang diUN-kan. Selama pelatihan peserta dibekali dengan materi dan kegiatan praktik memogram media pembelajaran berbasis tekkom.